Tampilkan postingan dengan label KOMPUTER. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KOMPUTER. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 November 2011

Mengukur Kecepatan Bandwidth Internet

0 komentar
Pertanyaan yang lazim ditanyakan para pengguna Internet adalah seberapa besar kecepatan koneksi Internet yang diperoleh dari ISP (Internet Service Provider)? Apakah sesuai dengan yang disewa atau tidak. Pertanyaan seperti itulah yang kerapkali juga singgah kepada  saya. Apalagi dengan banyaknya layanan koneksi internet burstable atau up to, menimbulkan penasaran yang makin besar bagi pelangan internet, untuk mengetahui sebera besar kecepatan koneksi internetnya. Sebenarnya mengukur kecepatan akses internet bisa dikatakan sederhana tetapi ada beberapa parameter yang terkadang membuat rancu dan menimbulkan perdebatan. Sehingga perlu dipahami ukuran – ukuran  kecepatan akses internet.
Hal pertama yang perlu disepakai dalam menentukan kecepatan akses internet adalah ukuran baku dalam menentukan besaran badwidth yang disewa. Ukuran umum untuk menentukan bandwidth adalah bps (bit per second) bukan byte per second. Misalnya kita berlangganan 512 kbps (baca 512 kilo bit per second).  Nilai 1 Bype = 8 bit, sehingga 512 kbps =  64 kBps. Sehingga dengan besar bandwidth yang disewa sebesar itu kecepatan koneksi internet yang kita peroleh dalam melakukan download adalah 64KBps.
Hal yang kedua adalah berapa besar bandwidth yang disewa dari provider dan paket apa yang disewa. Ini juga akan mempengaruhi hasil pengukuran kecepatan akses internet. Beberapa paket yang lazim digunakan :
- Paket Dedicated rasio 1:1, Misal pelanggan berkangganan internet dedicated 512kbps 1:1, maka Bandwidth 512 kbps menjadi hak penuh satu pelanggan dan tidak dibagi dengan pelanggan lain.
- Paket Dedicated rasio 1:2, misal pelanggan berlangganan internet dedicated 512 kbps 1:2, maka bandwidth 512 kbps dipakai secara bersamaan  untuk dua pelanggan. dua pelanggan bersaing dalam menggunakan bandwidth 512 kbps. Semakin besar pembaginya semakin menurun bandwidth yang diperoleh, namun semakin murah harganya.
- Paket Burstable atau Up to, sejumlah bandwith dengan ukuran tertentu dibagi pakai untuk banyak pelanggan. Misal paket Up to 1 Mbps. Satu pelanggan bisa memperoleh bandwidth sampai satu mega bit per second, tetapi biasanya tidak ada garansi minimal bandwidth yang diperoleh. Contoh paket ini adalah telkom speedy. Jadijangan berharap terlalu banyak memperoleh nilai ukur yang sebesar maksimal yang diberikan. Kalau bisa sampai maksimal keuntungan bagi anda. Dengan lebih sering mengukur kecepatan akses internet paket ini dapat memberikan gambaran rata-rata kecepatan yang diperoleh.
Setelah beberapa hal diatas kita mengerti dan fahami saatnya mengukur kecepatan internet. Seberapa jauh kecepatan akses internet antara harapan dan kenyataan dapat dimengerti. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, masing-masing cara memiliki kekurangan dan kelebihan. Menurut saya pakailah beberapa cara dan lakukan dalam beberapa kali pengukuran. Kesimpulan bisa diambil jika sudah dilakukan pengukuran beberapa kali.
1. Test Download File yang cukup besar dari beberapa server tertentu.
Melakukan test download merupakan cara mengukur kecepatan akses internet yang simple dan cukup realible. Hasilnya dapa t dilihat dengan melihat transfer rate pada pop-ip windows.
Saya contohkan downlod dari :  http://www.kernel.org/pub/linux/kernel/v2.6/linux-2.6.11.7.tar.gz
File kernel Linux sebesar 44,4 Mb.
Anda Bisa melakukan download file lain yang lebih besar misal video dari server lain atau dari Rapidshare, search file yang akan di download melalui INEEDFILE. Lokasi mencari file untuk di download yang cukup bisa diandalkan, selain torent search. Contoh Result dari Kernel.org ada di gambar bawah:
Diperoleh transfer rate sebesar 119 KB/Sec, ingat satuannya adalah Byte Per Second, yang berarti Banhwidth yang diperoleh dari ISP adalah 119 KBps x8 = 952 kbps.

Kecepatan akses internet

0 komentar
Kecepatan akses internet adalah kecepatan transfer data pada saat melakukan akses melalui jalur internet. Terdapat dua macam kecepatan akses internet, yaitu downstream danupstream. Downstream merupakan kecepatan pada saat kita mengambil data – data dari server internet ke komputer kita. Misalnya, saat kita masuk ke search engine, browsing, dan lain – lain. Adapun upstream adalah kecepatan transfer data yaitu saat kita mengirimkan data dari komputer ke server. Baik downstream maupun upstream memiliki satuan kecepatan transfer data yaitu bps bit per sekon. Artinya, banyaknya bit data yang dipindahkan dari satu komputer ke komputer lain tiap detiknya.
Kecepatan akses internet dihitung dari jumlah data yang dikirim dalam satuan waktu. Jika kita mengirim 1kb file/detik, berarti kita telah mengirim 1.000 byte, dengan 1 byte = 8 bit maka data yang dikirim sama dengan 8.000 bit = 8 kbps kilo bit per sekon. Untuk satuan yang lebih besar mengggunakan Mbps mega bit per sekon berarti 1000 kbps.

Senin, 31 Oktober 2011

Membuat poster secara mudah

0 komentar
Poster sebagaimana diceritakan oleh Pitra pada blognya adalah salah satu bagian dunia periklanan yang masih bertaji, dalam arti masih sering dijadikan orang sebagai kanvas dalam berkarya, mungkin karena itulah banyak orang yang mengira bahwa membuat poster adalah pekerjaan yang rumit dan susah, baik secara teknis, maupun secara artistik.
Beberapa orang pun pernah bertanya pada saya bagaimana cara membuat poster, pertanyaan yang tentu saja membuat saya bingung, “bagaimana yah caranya membuat poster?”, pertanyaan seperti ini sebenarnya rada susah juga untuk dijawab, karena sebenarnya membuat poster secara teknik semudah membuat dokumen dalam microsoft word: buka programnya, buat file baru, dan setelah tulis sana sini, tinggal cetak. Masalah apakah pesan terkirim itulah yang kemudian menjadi penilaian subyektif susah atau tidaknya membuat poster. Oleh karena itulah pada posting kali ini saya mencoba merumuskan cara membuat poster dari pandangan seorang amatir.



"Adapun beberapa hal yang sebaiknya diikuti pada saat membuat poster terutama pada saat menggunakan aplikasi berbasis bitmap adalah, selalu membuat poster dengan resolusi tinggi, rule of thumbnya adalah diatas 150 dpi (default Photoshop 300dpi)"



Menggunakan vector based software
Software yang biasa saya gunakan dalam membuat poster secara umum biasanya adalah coreldraw, karena ukurannya yang mudah dikonversi antara pixel dan cm. Tapi walaupun begitu masih ada program lain yang mungkin bisa digunakan selain Coreldraw, misalnya Ilustrator, freehand, Photoshop atau bahkan microsoft publisher. Alasan kenapa saya menggunakan Coreldraw adalah masalah hardware, dulu membuat poster di photoshop dengan ukuran A3 300 dpi itu menghabiskan memori 256MB saya, dan akhirnya saya jadi terbiasa dengan Coreldraw sampai sekarang, walaupun begitu dengan memori >1GB silakan saja menggunakan photoshop.
Adapun beberapa hal yang sebaiknya diikuti pada saat membuat poster terutama pada saat menggunakan aplikasi berbasis bitmap adalah, selalu membuat poster dengan resolusi tinggi, rule of thumbnya adalah diatas 150 dpi (default Photoshop 300dpi). Kedua, kalau bisa coba dikonvert ke warna CMYK juga, karena kadang dipakai jadi standard percetakan, kecuali kalau mencetak menggunakan printer sendiri.

Persiapan
Hal pertama dalam membuat poster adalah menyiapkan konsep dan kata-kata, di sini tidak ada hal teknikal yang bisa dijelaskan, area ini adalah murni kreatifitas. Hal kedua adalah menyiapkan materi untuk desain, biasanya berupa foto, image dan lainnya. Hal ini penting karena poster memang terfokus pada dua hal ini. Hal ketiga (bila memuatnya dan memang dibutuhkan) adalah masalah tanggal dan even yang akan ditulis. Now the poster
Poster dibuat dengan filosofi untuk memberitahu/mengumumkan sesuatu dengan memuat suatu hal artistik sehingga orang melihatnya. Oleh karena itulah hal terpenting dalam membuat layout poster adalah penempatan Tulisan dan judul. Baru kemudian datang dukungan dari gambar yang dipasang, dari pengalaman saya, ada beberapa layout yang biasanya digunakan pada saat membuat poster,
hal pertama adalah seperti dibawah ini
Layout 01 !~~poster01.jpg|poster 01~~!


Ini adalah salah satu layout paling klasik yang saya tahu atau pernah lihat. Mirip dengan kebanyakan poster film, layout ini adalah layout paling aman untuk digunakan, gunakan font besar, beberapa gambar yang sesuai dan keterangan lebih lanjut, maka anda baru saja membuat poster.
Pada layout ini pastikan gambar anda menarik (bintang film misalnya ) karena inilah hal yang pertama kali dilihat orang.

Kedua adalah
Layout 02 !~~poster02.jpg|poster 02~~!


Layout ini adalah bentuk modifikasi dari yang pertama, dan lebih meng-emphasis pada judulnya, dengan gambar hanya sebagai ilustrasi belaka
Biasanya digunakan pada kegiatan yang bersifat formal. Walaupun tidak menutup kemungkinan bisa juga digunakan pada kegiatan lain.

Ketiga adalah
Layout 03 !~~poster03.jpg|poster 03~~!


Pada layout ini gambar layout digunakan dengan “blending” ke judulnya, sehingga kedua bagian ini menyatu. Gunanya mungkin untuk lebih memperkuat judul pada poster.

Keempat adalah
Layout 04


Kombinasi dari layout ketiga, tidak ada yang spesial disini, biasanya keterangan atas yang ditambahkan adalah yang berhubungan dengan pembuat acara, misalnya SMU X atau suatu event organizer.

Kelima adalah
Layout 05 !~~poster05.jpg|poster 05~~!


Layout ini digunakan dengan mengandalkan hanya tipografi, tidak banyak orang yang bisa melakukan hal ini. Saya sendiri juga masih belajar mengenai hal ini.

Dan lain-lain


Beberapa tips dan trik
Untuk gambar yang dipakai, CTRL-L (fungsi level) pada Photoshop cukup memadai untuk membuat tampilan gambar jadi bagus.
Bila mau membuat poster dengan meng-croping gambar, pastikan cropingnya rapi, karena bila backgroundnya putih dan hasil crop tidak rapi, akan terlihat sekali pada hasil akhir.
Font Arial adalah salah satu font yang paling aman untuk digunakan, sekali lagi hati-hati dalam memilih font karena setiap font punya maksudnya sendiri-sendiri.
Dengan merapatkan atau merenggangkan jarak antar huruf pada poster, maka akan didapat suatu efek tertentu. Pergunakan hal ini dengan baik.
Kurangi efek hi-tech yang seperti dekorasi film Mad Max, coba bereksperimen dengan efek electric atau glossy.
Dalam membuat poster yang baik, hal pertama adalah melupakan ego, dalam arti, banyak waktu yang dikeluarkan dihabiskan untuk menyiapkan gambar, sehingga secara subyektif kita berusaha agar gambar yang telah disiapkan tadi masuk kedalam poster, cocok ataupun tidak cocok. Dulu saya pernah berlama-lama dengan objek 3D yang ceritanya ingin saya masukkan kedalam poster, tapi setelah dilihat-lihat ternyata tidak cocok untuk ada, dengan berat hati ya terpaksa dihapus.
Bila poster ini adalah untuk suatu kegiatan dan kebetulan anda bukan yang mengatur jadwal, maka pastikan koordinasi anda dengan seksi acara berlangsung baik, kesalahan jadwal, atau revisi (dengan menggunakan label) pada poster yang telah jadi mengurangi kesan profesional.
cek spellingnya, ini adalah hal yang penting untuk dilakukan. Saya pernah mencetak beberapa rim A4 untuk publikasi dengan bertuliskan kata “kreatifitas” kesalahan fatal yang membuat kertas tadi jadi terbuang. Kalau mau memakai bahasa Inggris, tolong cek dan ricek spelling dan grammarnya, kita tidak mau kejadian seperti poster film baru-baru ini kan? :)

Sponsor (kalau pakai)
Bila poster yang anda gunakan memuat logo sponsor, maka perhatikan beberapa hal berikut:
Sponsor adalah raja, jadi sejelek dan setidak menariknya logo sponsor tetap kalau bisa jangan coba diubah-ubah
Bila sponsor tidak menyediakan file yang memadai, maka pastikan pihak sponsot tahu bahwa logonya akan diretrace ulang (bila memang diperlukan), kadang pihak sponsor pun tidak mengetahui teknikal pembuatan poster dan mengirim file JPEG 72 Dpi (yang tentu saja akan ”pecah” bila dicetak langsung). Bila hal ini yang terjadi, jelaskan ke pihak sponsor.

Apa lagi?
Pattern: pattern adalah sebutan saya dalam membuat poster masal mengenai suatu kegiatan yang bila ditempelkan berbaris maka akan membentuk pola. Hal ini digunakan terutama dalam membuat poster pentas seni sekolah yang biasanya ditempelkan rame-rame di berbagai dinding di seluruh kota, sehingga bila dilihat sekilas akan lebih ”eye catching” dibandingkan poster lainnya jika ada

Kesimpulan

Membuat poster itu bukan suatu hal yang sulit (walaupun tidak mudah juga) oleh karena itu semua orang seharusnya bisa melakukan hal ini bila memang mau, atau karena terpaksa sekalipun (misalnya ditunjuk oleh teman ;) ), apa yang saya tulis didasarkan pada pengalaman belaka jadinya masih jauh dari sempurna, semoga apa yang saya posting ini bisa sedikit berguna.

Sabtu, 23 April 2011

Corel Draw

0 komentar










PERTEMUAN PERTAMA

MODUL COREL DRAW 12
ΟŠm9#⎯≈Ηq9#!# ÎŸ¡0


Mengenal Aplikasi-Aplikasi Desktop Publishing

Aplikasi Pengolah Foto/Pixel
-     Adobe Photoshop
-     Corel Photo Paint
-     Microsoft Photo Editor
-     Macromedia Fireworks
-     Dll

Aplikasi Pengolah Vektor
-     Corel Draw
-     Macromedia Freehand
-     Adobe Illustrator
-     Micrografix Designer
-     Dll

Aplikasi Tata Letak (Layout)
-     Adobe Page Maker
-     Adobe In Design
-     Corel Ventura
-     Microsoft Publisher
-     Dll

Aplikasi Desktop Publishing dibagi kepada tiga kelompok, yaitu Aplikasi Pengolah Foto/Pixel, Aplikasi Pengolah  Vektor,  dan  Aplikasi  Tata  Letak  (Layout).  Aplikasi  Pengolah  Foto/Pixel  adalah  program pengolah  image/foto  memiliki  fungsi  memperbaiki  penampilan  foto,  memodifikasi  foto, menggabungkan   kedua  buah  foto  menjadi  satu,  dan  lain-lain  contoh  programnya  adalah  Adobe Photoshop, Corel Photo Paint, Microsoft Photo Editor, dan lain-lain, program-program diatas memiliki kemiripan sebagai fungsi pengolah  Foto, program-program  tersebut biasanya dipakai untuk membuat cover buku yang menampilkan  image foto. Aplikasi Pengolah  Vektor/Pengolah  garis adalah aplikasi untuk menggambar bentuk digunakan untuk membuat bentuk-bentuk baru, menggambar, memodifikasi huruf  atau  gambar  2  dimensi,  biasa  digunakan  untuk  membuat  logo,  gambar  kartun,  dan  lain-lain. Aplikasi Tata Letak (Layout) adalah Aplikasi untuk mengatur letak huruf dan gambar, memposisikan gambar  dan  huruf  supaya  lebih  menarik,  contoh  penggunaannya  pada  tata  letak  tulisan  koran  atau majalah.
Dari banyak sekali program-program yang ada, kita cukup menguasai salah satu Aplikasi saja dari tiap kelompok   Aplikasi Desktop Publishing. Misalkan dari Aplikasi Pengolah Foto kita cukup menguasai Adobe Photoshop saja, dari Aplikasi Pengolah Vektor cukup mengusai Corel Draw, dan dari Aplikasi Pengolah Layout cukup menguasai Adobe Page Maker, karena program yang lain memiliki fungsi yang sama.
Contoh dalam pembuatan sebuah buku, supaya tampilan cover buku menarik di beri foto yang didesain
menggunakan Adobe Photosop, tulisan pada cover supaya lebih menarik didesain menggunakan Corel Draw, begitu juga gambar-gambar  atau ilustrasi di dalam buku dibuat menggunakan Corel Draw, tata letak tulisan dan gambar pada isi buku di Layout menggunakan Adobe Page Maker.
Membuka Program Corel Draw :
Klik Start → Program → Corel Draw Graphic Suit12→ Corel Draw12

Followers

 

"WalunganelmU". Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com